Selasa, 20 Januari 2015

Daftar Pustaka dan Catatan Kaki

1. DAFTAR PUSTAKA

1.1. PENGERTIAN DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang diletakkan pada bagian akhir suatu karya tulis atau buku dan disusun berdasarkan abjad. Menurut Gorys Keraf yang dimaksud dengan daftar pustaka atau bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan yang sedang digarap. Melalui daftar kepustakaan yang disertakan pada akhir tulisan, penulis dapat melihat kembali kepada sumber aslinya. Penulis dapat menetapkan apakah sumber itu sesungguhnya mempunyai pertalian dengan isi pembahasan itu, dan apakah bahan itu dikutip dengan benar atau tidak. Dan sekaligus dengan cara itu pembaca dapat memperluas pula horison pengetahuannya dengan bermacam-macam referensi itu.

1.2 FUNGSI DAFTAR PUSTAKA

a. Memberikan informasi bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasil pemikiran penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain.
b. Memberikan informasi selengkapnya tentang sumber kutipan sehingga dapat ditelusuri bila perlu.
c. Apabila pembaca berkehendak mendalami lebih jauh pernyataan yang dikutip, dapat membaca sendiri referensi yang menjadi sumber kutipan.
d. Memberikan arah bagi para pembaca buku atau karya tulis yang ingin meneruskan kajian atau untuk melakukan pengecekan ulang terhadap karya tulis yang bersangkutan.
e. Memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya tulis yang dirujuk terhadap hasil karyanya yang turut menyumbang peran dalam penulisan karya tulis yang kita tulis.
f. Menjaga profesionalitas penulis terhadap karya yang dia buat.

1.3 UNSUR - UNSUR DAFTAR PUSTAKA

a. Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
b. Judul buku, termasuk judul tambahannya.
c. Data publikasi: nama penerbit, tempat terbit, tahun terbit, edisi buku tersebut.
d. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan,nama majalah, jilid. nomor dan tahun.

1.4 JENIS - JENIS DAFTAR PUSTAKA

a. Metode Harvard
a.1. Nama penulis yang terdiri atas dua kata, ditulis terbalik.Di antara dua kata itu disisipi tanda koma (,). a.2. Buku yang ditulis oleh dua penulis, hanya penulis pertama saja yang penulisannya dibalik, sedangkan penulis kedua tidak dibalik.
a.3. Tahun penerbitan buku ditulis sesudah nama penulis. Di antara nama penulis dan tahun penerbitan buku disisipi tanda titik (.).
a.4. Judul buku ditulis setelah tahun terbit dan ditulis paling akhir. Di antara tahun terbit dan judul buku didahului tanda titik (.).
a.5. Nama kota penerbit dan nama penerbit ditulis paling akhir. Di antara nama kota dan nama penerbit disisipi tanda titik dua (:). 
a.6. Jika buku telah diterbitkan dalam beberapa edisi, keterangan tentang edisi buku diletakkan sebelum nama kota.

Contoh : Namawi, H. Hadori. 1993. Metodologi Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

b. Kelompok Textbook
b.1. Penulis Perorangan
Nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul buku (cetak miring atau digaris bawahi), edisi dan volume, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.
b.2. Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor
Nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul karangan. Bab diikuti kata “dalam” atau “in”, judul buku (cetak miring atau garis bawahi), nama editor, edisi, nama penerbit, tempat penerbit (kota).
b.3. Buku yang ditulis / dibuat oleh lembaga
Nama lembaga, tahun terbit, judul buku (cetak miring atau digaris bawahi), edisi dan volume, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.
b.4. Buku terjemahan
Nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul buku (cetak miring atau digaris bawahi), penerjemah, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.

Contoh : 
Agah, Heddy R. 2004. Pendidikan Politeknik. Jakarta: PT Gramedia.

Fahimuddin, Fauzri dan Agus Setiawan. 2003a. Pengembangan Kegiatan Pengajarandan Kemahasiswaan. Jakarta : PT Gramedia.

c. Kelompok Jurnal
c.1. Artikel yang disusun oleh penulis
Nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul artikel, nama majalah atau jurnal (cetak miring atau digaris bawahi), volume majalah atau jurnal diikuti tanda “:”, halaman yang dibaca.
c.2. Artikel yang disusun oleh lembaga
Nama lembaga, tahun terbit, judul artikel, nama majalah atau jurnal (cetak miring atau digaris bawahi), volume majalah atau jurnal diikuti tanda “:”, halaman yang dibaca.
c.3. Kelompok makalah yang dipresentasikan dalam seminar / konferensi / simposium
Nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul makalah, nama forum penyajian (cetak miring atau digaris bawahi), kota, bulan dan tanggal penyajian.
c.4. Kelompok disertasi / tesis
Nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul disertasi/thesis (cetak miring atau digaris bawahi), tempat penerbitan (kota), universitas, kata “disertasi” atau “tesis”.

Contoh : 
Nurjanah, Darul. 2003. “Pendidikan Agama Islam pada Pendidikan Profesional”. Dalam Epigram, Nomor 2 (Oktober 2003). Depok.

Soemantri, Gumilar Rusliwa. “Tata kelola Mutu Total pada PT” . Dalam kompa, 4 September 2003. Jakarta.

d. Kelompok makalah / informasi dari Internet
d.1. Kelompok makalah / informasi dari internet (apabila ada nama penulis) : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul makalah / informasi, alamat web.
d.2. Kelompok makalah / informasi dari internet (apabila tidak ada nama penulis) : nama lembaga yang menulis, tahun penyajian, judul makalah / informasi, alamat web.

Contoh :
Nasution, Salman. “Permasalahan Umum dan Dinamika BHMN” Dalam http://www.kompas.com , 12 Desember 2004

1.5 PENYUSUNAN DAFTAR PUSTAKA

a. Nama dan Tahun (Name and Year System). Daftar pustaka disusun secara abjad berdasarkan nama akhir penulis dan tidak dinomori. Penunjukan pada naskah dengan nama akhir penulis diikuti tahun penerbitan.
b. Kombinasi Abjad dan Nomor (Alphabet-Number System). Pada sistem ini cara penunjukannya dalam naskah adalah dengan memberikan nomor sesuai dengan nomor pada daftar pustaka yang disusun sesuai abjad.
c. Sistem Nomor (Citation Number System). Kutipan pada naskah diberi nomor  berurutan dan susunan daftar pustaka mengikuti urutan seperti tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad.

2. CATATAN KAKI

Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks yang ditempatkan pada kaki halaman yang bersangkutan. Sebuah catatan kaki haruslah terdiri dari:
a. Nomor rujukan yang ditulis ½ spasi lebih tinggi. 
b. Nama pengarang lengkap tidak dibalik, setelah nama diberi tanda koma (,).
c. Judul buku (digaris bawahi / dicetak miring) atau artikel (diapit tanda petikdua).
d. Tempat penerbit ditempatkan dalam tanda kurung, setelah nama kota.
e. Penerbit.
f. Tahun terbit.
g. Halaman (biasanya disingkat hal. dan diberi tanda titik setelah angka).

Contoh :
1 Henry Guntur Tarigan, Pengajaran Pragmatik (Jakarta : Angkasa, 1990), hal.18.

Cara menulis catatan kaki :
a.Catatan kaki dengan satu pengarang
1Henry Guntur Tarigan, Pengajaran Pragmatik (Jakarta : Angkasa, 1990), hal. 18.

b.Catatan kaki dengan dua pengarang
2Gorys Keraf dan Frans Asisi Datang, Fasih Bahasa dan Sastra Indonesia (Jakarta : Erlangga, 1986), hal. 93.

c.Catatan kaki dengan lebih dari dua pengarang
3Kusmadi et. al., Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia 1 untuk Kelas 1 SMU (Jakarta: Yudhistira, 1997), hal. 132.

d.Catatan kaki yang edisi berikutnya mengalami perubahan
4M. Ramlan,Ilmu Bahasa Indonesia : Sintaksis (rev. ed.) (Yogyakarta : Karyono, 1987), hal. 87.

e.Catatan kaki dengan seorang editor
5Mursal Esten ed., Menjelang Teori Kritik Sastra Indonesia yang Relevan (Bandung: Angkasa, 1988), hal. 94.

f.Catatan kaki terjemahan
6Ata Kiwan, terj. S. D. Sjah (Ende : Nusa Indah, 1984), hal. 35.

g.Catatan kaki dari artikel majalah atau surat kabar
7A. M. Slamet Soewandi, “Bahasa Pers dan Pengaruhnya”.Kompas, 18 April 1995, hal. 4.

Singkatan-singkatan yang sering dipakai :
1.Ibid
merupakan singkatan dari ibidem yang berarti pada tempat yang sama dan belum diselingi oleh kutipan lain.
1Harimurti Kridalaksana, Kamus Linguistik (Jakarta: Gramedia, 1983), hal. 46.
2Ibid., hal. 87.

2. et. seq.
singkatan dari et sequence yang berarti dan halaman berikutnya.
1Sudaryanto, Menguak Fungsi Hakiki Bahasa (Yogyakarta: Duta WacanaUniversity Press, 1990), hal. 5.
2Ibid.,  hal. 9 et. seq.  dan halaman 10

3. et. seqq.
merupakan singkatan dari et sequentes yang berarti dan halaman-halaman berikutnya. 
1Sudaryanto, Menguak Fungsi Hakiki Bahasa (Yogyakarta: Duta WacanaUniversity Press, 1990), hal. 5.
2Ibid., hal 10 et. seqq. → dan halaman 11 – 13

4. Op. Cit.
Merupakan singkatan dari Opere Citato yang berarti pada karya yang telah dikutip, dan diselingi sumber lain.
1Harimurti Kridalaksana, Kamus Linguistik (Jakarta: Gramedia, 1983), hal.38.
2Bambang Kaswanti Purwo, Deiksis dalam Bahasa Indonesia, (Jakarta:Balai Pustaka, 1984), hal. 103.
3Kridalaksana, Op. Cit., hal. 55.

5. Loc. Cit.
Merupakan singkatan dari Loco Citato yang berarti tempat yang sama yang telah dikutip dan telah diselingi oleh sumber lain. 
1Harimurti Kridalaksana, Kamus Linguistik (Jakarta: Gramedia, 1983), hal.38.
2Bambang Kaswanti Purwo, Deiksis dalam Bahasa Indonesia, (Jakarta:Balai Pustaka, 1984), hal. 103.

3Kridalaksana, Loc. Cit.

Sumber-sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar